Home » » LAPORAN DASAR AGRONOMI “Vertikultur”

LAPORAN DASAR AGRONOMI “Vertikultur”

Written By Hery Yanto on Selasa, 09 April 2013 | Selasa, April 09, 2013

A. PENDAHULUAN
Vertikultur adalah budidaya tanaman secara vertical. Wadah untuk berdirinya tanaman berupa pipa PVC, bambu betung, atau bahan lain disusun secara bertingkat dengan syarat tanaman tidak saling menghalangi, sehingga jumlah tanaman per satuan luas lebih banyak. Teknologi ini bertujuan untuk mengatasi permasalan lahan sempit melalui cara pemanfaatan ruang secara maksimal untuk budidaya tanaman.
Vertikultur merupakan teknologi sederhana yang dapat dikembangkan pada skala rumah tangga. Untuk keperluan bisnis rancang bangun dapat dilengkapi dengan sistem pengairan yang diatur dan bersiklus.
Banyak jenis tanaman yang dapat dibudidayakan secara vertikultur, tetapi yang cocok dan umum digunakan adalah tanaman semusim baik itu tanaman sayuran daun maupun tanaman sayuran buah, tanaman hias, dan tanaman obat. Dalam pemilihan jenis tanaman yang perlu mendapat perhatian adalah sistem perakarannya. Tanaman berakar serabut lebih mudah ditanam dengan cara vertikultur karena tidak memerlukan ruang terlalu luas.
B. TUJUAN
1. Mendesain sistem vertikultur
2. Mengetahui pertumbuhan tanaman pada sistem vertikultur
C. DASAR TEORI
Stroberi merupakan tanaman buah berupa herba yang ditemukan pertama kali di Chili, Amerika. Salah satu spesies tanaman stroberi yaitu Fragaria chiloensis L menyebar ke berbagai negara Amerika, Eropa dan Asia. Selanjutnya spesies lain, yaitu F. vesca L. lebih menyebar luas dibandingkan spesies lainnya. Jenis stroberi ini pula yang pertama kali masuk ke Indonesia.
Buah stroberi dimanfaatkan sebagai makanan dalam keadaan segar atau olahannya. Produk makanan yang terbuat dari stroberi telah banyak dikenal misalnya sirup, jam, ataupun stup (compote) stroberi.
Dapat dikatakan bahwa budidaya stroberi belum banyak dikenal dan diminati. Karena memerlukan temperatur rendah, budidaya di Indonesia harus dilakukan di dataran tinggi. Lembang dan Cianjur (Jawa Barat) adalah daerah sentra pertanian di mana petani sudah mulai banyak membudidayakan stroberi. Dapat dikatakan bahwa untuk saat ini, kedua wilayah tersebut adalah sentra penanaman stroberi.
SYARAT PERTUMBUHAN
  • Iklim
1. Tanaman stroberi dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan curah hujan 600- 700 mm/tahun.
2. Lamanya penyinaran cahaya matahari yang dibutuhkan dalam pertumbuhan adalah 8–10 jam setiap harinya.
3. Stroberi adalah tanaman subtropis yang dapat beradaptasi dengan baik di dataran tinggi tropis yang memiliki temperatur 17–20 derajat C.
4. Kelembaban udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman stroberi antara 80-90%.
  • Media Tanam
1. Jika ditanam di kebun, tanah yang dibutuhkan adalah tanah liat berpasir, subur, gembur, mengandung banyak bahan organik, tata air dan udara baik.
2. Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang ideal untuk budidaya stroberi di kebun adalah 5.4-7.0, sedangkan untuk budidaya di pot adalah 6.5–7,0.
3. Jika ditanam dikebun maka kedalaman air tanah yang disyaratkan adalah 50-100 cm dari permukaan tanah. Jika ditanam di dalam pot, media harus memiliki sifat poros, mudah merembeskan airdan unsur hara selalu tersedia.
  • Ketinggian Tempat
Ketinggian tempat yang memenuhi syarat iklim tersebut adalah 1.000-1.500 meter dpl.
Vertikultur diambil dari istilah verticulture dalam bahasa lnggris (vertical dan culture) artinya sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Cara bercocok tanam secara vertikultur ini sebenarnya sama saja dengan bercocok tanam di kebun atau di sawah. Perbedaannya terletak pada lahan yang digunakan. Misalnya, lahan 1 meter mungkin hanya bisa untuk menanam 5 batang tanaman. Dengan sistem vertikal bisa untuk 20 batang tanaman.
Banyak sedikitnya tanaman yang akan kita budidayakan bergantung pada model wadah yang kita gunakan.Untuk tanaman yang memerlukan banyak sinar matahari, seperti cabai, tomat, terong, dan sawi hendaknya diletakkan di posisi bagian atas. Sedangkan tanaman ginseng, kangkung, dan seledri bisa di bagian tengah atau bawah.
Sistem vertikultur ini sangat cocok diterapkan bagi petani atau perorangan yang mempunyai lahan sempit, namun ingin menanam tanaman sebanyak-banyaknya. Selain tanaman sayuran, kita bisa juga menanam tanaman hias.
D. ALAT DAN BAHAN
1. Pipa PVC atau bambu betung berukuran 4 inci
2. Gergaji
3. Bor listrik
4. Tali injuk
5. Bibit tanaman stoberi
6. Media (tanah, pasir, dan pupuk kandang)
7. Penggaris dan caliper
8. Ember, gayung, dan sprayer
E. CARA KERJA
  • Siapkan sistem vertikultur dari bahan pipa PVC
  • Siapkan media tanam
  • Pindahkan bibit stroberi dari praktikum perbanyakan vegetatif
  • Lakukan pemeliharaan
  • Lakukan pemupukan sesuai dengan perlakuan ketika pembibitan
  • Lakukan pengamatan
Dan Amati
F. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil pengamatan pada tanaman vertikultur stroberi :
Tanaman stroberi A4-1 A4-2
Minggu ke-1 Tinggi = 11 cm Tinggi = 11,5 cm
Jumlah Daun = 5 rumpun Jumlah Daun = 5 rumpun
Minggu ke-2 Tinggi = 13 cm Tinggi = 12,5 cm
Jumlah Daun = 5 rumpun Jumlah Daun = 5 rumpun
Minggu ke-3 Tinggi = 16 cm Tinggi = 15 cm
Jumlah Daun = 6 rumpun Jumlah Daun = 6 rumpun
Minggu ke-4 Tinggi = 15 cm Tinggi = 16 cm
Jumlah Daun = 4 rumpun Jumlah Daun = 6 rumpun
Minggu ke-5 Tinggi =15 cm Tinggi =15 cm
Jumlah Daun = 4 rumpun Jumlah Daun = 5 rumpun
Pembahasan :
Pada praktikum ini yang telah dilakukan ialah vertikultur pada tanaman stroberi. Pada tabel diatas melakukan penelitian selama lima minggu dengan pengecekan satu minggu sekali tiap kelompoknya. Penelitian tersebut menghasilkan pemanfaatan lahan sempit dan sistem vertikultur pada tanaman stroberi yang bisa dibilang cukup bagus. Mengapa dibilang bagus, karena pada setiap minggunya tanaman stroberi mengalami peningkatan.
Vertikultur adalah cara pertanian baik indoor maupun outdoor, karena kepemilikan lahan terbatas yang dirancang sedemikian rupa sehingga berposisi vertical atau bertingkat.  Ini merupakan konsep penghijauan yang diintroduksikan di perkotaan yang mulai gersang dan pengap. Memanfaatkan sedikit lahan dalam sistemini tidak jauh berbeda dengan menanam pohon seperti di kebun, sawah atau dalam polibag sekalipun.
Vertikultur tidak hanya sekadar kebun vertikal. Namun ide ini akan merangsang seseorang untuk menciptakan khasanah biodiversitas di pekarangan yang sempit sekalipun. Dengan strukturvertikal, akan memudahkan pengguna membuat dan memeliharanya.
G. KESIMPULAN
Dapat dikatakan bahwa budidaya stroberi belum banyak dikenal dan diminati. Karena memerlukan temperatur rendah.
Vertikultur adalah cara pertanian baik indoor maupun outdoor.
Vertikultur ialah sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat.
Vertikultur jug aide yang akan merangsang seseorang untuk menciptakan khasanah biodiversitas di pekarangan yang sempit sekalipun.
Stroberi merupakan tanaman buah berupa herba yang ditemukan pertama kali di Chili, Amerika.
Sistem vertikultur ini sangat cocok diterapkan bagi petani atau perorangan yang mempunyai lahan sempit.
H. DAFTAR PUSTAKA
Dr. Livy Winata Gunawan, Ir. Stroberi. 1996. Penebar Swadaya. Jakarta2
Salisbury B Frank &cleon W R. 1995. Fisiologi tumbuhan jilid 2. ITB, Bandung
LAMPIRAN

Foto vertikultur sederhana di RPM UIN SGD Bandung

Share this article :
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan berkomentar

Klik Like ya Kawan! mudah-mudahan amal ibadahnya diterima. amiiiin.....
×

tukeran link yuk sob

 photo hery_zps5d15b497.jpg
Diberdayakan oleh Blogger.

Translate sama om google

indonesia

Topics :
 
Support : my fb | Your Link | my girl
Copyright © 2013. go green - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger