Home » » laporan pengoperasian traktor tangan

laporan pengoperasian traktor tangan

Written By Hery Yanto on Kamis, 18 April 2013 | Kamis, April 18, 2013

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Memasuki era teknologi tinggi, penggunaan alat-alat pertanian dengan mesin-mesin modern membantu percepatan proses pengolahan produksi pertanian. Salah satu alat yang umum dan paling sering digunakan adalah Traktor. Traktor merupakan sebuah alat bermesin yang memiliki kemampuan untuk mengolah tanah. Fungsi traktor sekrang telah mengantikan fungsi tenaga hewan seperti sapi dan kerbau dalam pengolahan tanah. Walaupun telah dikenal luas namun perlu kiranya kita membahas tentang perlunya mengenal mesin traktor tangan. Mesin traktor tangan ini telah digerkan dengan tenaga mesin, namun pengoperasiannya menggunakan tangan. Pengenalan yang baik atas mesin traktor tangan ini, dapat mempercepat proses modernisasi pertanian.

Traktor Tangan merupakan salah satu sumber tenaga dalam bidang pertanian. Traktor dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk kegiatan pertanian mulai dari pengolahan tanah pertama, pengolahan tanah kedua, penanaman, penyiangan, pemupukan dan alat transportasi. Cara yang sering dilakukan dalam mengolah tanah dengan menggunakan traktor roda dua ini ialah dengan cara sistem bajak yaitu memasangkan alat bajak ( implemen )dibelakang traktor ini

Traktor roda dua ini mempunyai efesiensi yang tinggi, karena pembalikan dan pemotongan tanah dapat dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. Traktor roda dua merupkan mesin serba guna karena dapat berfungsi sebagai tenaga penggerak untuk alat – alat lain seperti pompa air, alat prosesing, gandengan ( trailer) dan lain lain.

Sebuah traktor tidak dapat digunakan untuk mengolah tanah apabila tidak dipasang implemen (alat tambahan). Fungsi traktordalam mengolah tanah hanya sebagai sumber tenaga. Implemen tidak terpasang secara permanen pada traktor, hal ini disengaja supaya traktor dapat dipasangkan dengan berbagai jenis implemen sesuai kebutuhan dalam pengoperasiannya.

1.2 Tujuan

Adapun tujuan dari praktikum ini ialah agar mahasiswa mampu mengoperasikan traktor tangan dengan berbagai jenis implement traktor untuk pengolahan tanah, mengetahui bagaimana cara mengemudikan traktor roda dua, mengenal lebih jauh bagaimana sistem penggunnaannya dilapangan, serta mengukur hasil dari pengoperasian traktor tangan.

BAB II

DASAR TEORI

Warga Negara indonesia yang menengah kebawah berprofesi sebagai petani, tetapi sangat disayangkan setelah hampir 35 tahun masa pembangunan berjalan bidang pertanian seakan akan masih bergerak pada tempatnya berbagai cara untuk meningkatkan hasil pertanian telah dilakukan oleh pemerintah diantranya mengimport Peralatan modern ke Indonesia supaya dapat digunakan, dan herannya timbul permasalahan lain yaitu bagaimana cara menggunakan peralatan tersebut. Sama – sama kita ketahui bahwa hampir 85 % petani yang ada di Indonesia tidak mengenal  yang namanya peraltan modern yang canggih, mereka hanya mengenal cangkul dan Kerbau.

Teknologi pertanian merupakan penerapan prinsip-prinsip matematika dan ilmu pengetahuan alam dalam rangka pendayagunaan secara ekonomis sumberdaya pertanian dan sumberdaya alam untuk kesejahteraan manusia. Objek formal dalam ilmu pertanian budidaya reproduksi berada dalam fokus budidaya, pemeliharaan, pemungutan hasil dari flora dan fauna, peningkatan mutu hasil panen yang diperoleh, penanganan, pengolahan dan pengamanan serta pemasaran hasil.

Teknologi  pertanian merupakan pendekatan engineering secara luas dalam bidang pertanian yang sangat dibutuhkan untuk melakukan transformasi sumberdaya alam secara efisien dan efektif untuk pemanfaatannya oleh manusia. Dengan demikian dalam sistematika keilmuan, bidang teknik pertanian tetap bertumpu pada bidang ilmu teknik untuk memcahkan berbagai permasalahan di bidang pertanian.

Jika kita membandingkan keuntungan yang dihasilkan peralatan tradisional yang dipakai petani dengan Peralatan modern atau yang biasa disebut Alsintan, maka sangat lah jauh berbeda, kita ketahui sama sama bahwa Peralatan tradisional membutuhkan kinerja yang lebih besar, disamping itu juga membutuhkan waktu yang lebih lama.

Berbagai macam peralatan yang  telah ada di Indonesia diantaranya Combine, Handtraktor, Trasher, ITGM dan sebagainya, telah beroprasi secara optimal tetapi itu berdasarkan statistic pemerintah. Tetapi jika kita menelaah kembali apa yang sebenarnya terjadi dilapangan tentunya sangat berbeda, banyak para petani menggudangkan bantuan peralatan modern di KUD setempat dan lebih memilih peralatan tradisional lantaran tidak mengerti bagaimana cara mengoperasikan alsintan tersebut.

Handtraktor merupakan peralatan yang digunakan oleh manusia, system yang bekerja yaitu dorongan dibutuhkan oleh handtraktor tersebut, dan tentunya menggunakan manusia. Handtraktor berfungsi untuk mengolah tanah, mempunyai efesiensi yang tinggi karena pembalikan dan pemotongan tanah dapat dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. Motor Penggerak pada Traktor Roda dua ini merupakan motor penggerak serba guna karena dapat berfungsi sebagai motor penggerak untuk alat – alat lain seperti pompa air, alat prosesing, gandengan (trailer) dan lain lain.

BAB III

ALAT DAN PROSEDUR KERJA

1. ALAT DAN BAHAN

A. ALAT

a) Traktor Tangan

b) Implemen Traktot (Bajak Singkal, Gelebeg, dan Garu)

B. BAHAN: Solar

2. PROSEDUR KERJA

A. Menghidupkan Traktor Tangan

1. Sebelum Menghidupkan mesin traktor lakukan pengecekan terhadap komponen berikut:

a. Cek Tanki bahan bakar dan air radiator, pastikan bahan bakar terisi dan air radiator terisi penuh sesuai batas rekomendasi.

b. Pastikan V-belt dalam posisi kendur/ tidak bekerja (tidak meneruskan tenaga/ putaran). Tuas kopling utama tidak ditarik/ dalam posisi OFF.

c. Cek Tekanan angin pada ban karet.

2. Sebelum menghidupkan traktor pastikan posisi traktor ditempat yang datar.

3. Tarik Tuas Gas sedikit sampai melewati batas “STOP” Jangan terlalu dalam/ penuh.

4. Hidupkan Mesin dengan Engkol. Mula-mula Engkol dipasang kemudian sambil menarik alat penurun kompresi (dekompresi level) engkol diputar beberapa kali secara bertahap dari perlahan hingga cepat kemudian tuas engkol dilepas bersamaan dengan tuas dekompresi. Perhatian: dalam melepaskan tuas engkol dari poros engkol tuas tetap dipegang erat.

5. Atur kembali tuas gas agar mendapat putaran mesin/ Rpm yang ideal (tidak terlalu kencang tetapi tidak terlalu lemah karena mesin akan mati kembali).

B. Menjalankan Traktor

1. Setelah mesin hidup kemudian tarik batang penahan bagian depan “standar” selanjutnya tarik tuas kopling utama.

2. Atur Stang Kemudi agar arah traktor lurus. Stang kemudi dipegang sdengan tangan lentur tidak kaku.

3. Pindahkan traktor dari garasi/ lab ke Lapangan.

C. Memasang Implemen Pengolahan Tanah

1. Setelah Mencapai Lapangan, matikan mesin traktor kemudian ganti ban traktor dengan roda besi.

2. Pasang Implemen pengolahan tanah (bajak pengolahan tanah pertama dan garu untuk pengolahan tanah kedua)

D. Pengolahan Tanah

1. Setelah semua peralatan terpasang, hidupkan kembali mesin traktor.

2. Tarik Tuas persneling utama arahkan traktor agar lurus sesuai dengan areal lahan. Kemudian atur Gas agar memperoleh Tenaga/ Traksi yang cukup untuk pengolahan tanah.

3. Untuk membelokkan Traktor tarik tuas pembelok yang berada dibawah stang kemudi. Untuk belok kiri maka tuas pembelok kiri yang ditarik sedangkan untuk belok ke kanan, maka tuas pembelok kanan yang ditarik. Apabila tuas pembelok ditarik bersamaan traktor akan berhenti bergerak. (tidak disarankan untuk menghentikan traktor hanya untuk darurat)

4. Untuk mengganti implemen matikan dulu mesin traktor kemudian ganti implemen sesuai kebutuhan.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. HASIL

Tabel Hasil Pengukuran

Baris

Pengukuran ke

Kedalaman Hasil Bajak (cm)

Lebar Hasil Bajak (cm)

1

1

8 cm

10 cm

 

2

10 cm

24 cm

 

3

8,5 cm

20 cm

 

Rata-rata

8,83 cm

18cm

       

2

1

7 cm

20 cm

 

2

10 cm

27 cm

 

3

10 cm

25 cm

 

Rata- rata

9cm

24 m

2. PEMBAHASAN

Dalam praktikum kali ini, kami menggunakan traktor tangan merk quick G1000 BOXER single speed dengan menggunakan mesin diesel

A. Cara Menghidupkan Traktor

  • Ø Sebelum menjalankan traktor, periksalah minyak pelumas, bahan bakar, kekencangan baut, tegangan V-Belt, dan kelengkapan lainnya untuk memastikan traktor dapat beroperasi dengan baik.
  • Pastikan V-Belt dalam posisi kendor (tidak meneruskan tenaga/ putaran),kemudian hidupkan diesel dengan memutar Engkol Starter yang tersedia.
  • Dalam Menghidupkan traktor, Seharusnya semua Komponen Pada Traktor tersebut dapat berfungsi dengan baik. traktor yang menggunakan motor diesel dihidupkan dengan engkol. Mula – mula engkol dipasang pada poros engkol (crank Shaft). Setelah gas dibesarkan sedikit. Engkol diputar beberapa kali sampai putarannya cukup untuk menghidupkan motor. Sewaktu pemutaran, jangan lupa menarik alat penghilang kompresi (dekompresi level). Jika tidak akan dapat memutar engkol motor.
  • Orang yang menghidupkan Traktor tersebut, harus sangat paham dan kenal mengenai Traktor tersebut.
  • Dalam menghidupkan traktor tangan diperlukan tenaga yang kuat dalam memutarkan Engkol, Karena Traktor tersebut bermesin Diesel yang tekanannya berat.

B. Menjalankan Traktor

  • Ø Dalam Menjalankan Traktor, Seseorang Harus Tahu Bagian-bagian kendali Traktor.
  • Setelah Diesel dihidupkan dan gas sudah diatur sedemikian rupa, traktor dapat dijalankan dengan mengubah posisi Tension Handle ke posisi jalan (ditarik kebelakang). Jika diperlukan, pengatur gas dapat diatur kembali untuk memperoleh putaran yang sesuai
  • Setelah motor dihidupkan, kemudian periksalah apakah gigi / porsneling sudah netral dan kopling, jika tidak mungkin saja dapat menimbulkan kecelakaan. Disamping itu pada traktor terdapat alat yang dapat mengatur kecepatan rendah atau tinggi. Alat ini digunakan untuk menambah atau mengurangi kecepatan lajunya traktor dan juga untuk putaran garu/ cangkul putar.
  • Traktor dapat dibelokkan dengan cara menarik Clutch Handle. Tariklah Clutch Handle Kiri jika ingin berbelok ke kiri, dan sebaliknya, tariklah Clutch HandleKanan jika ingin berbelok ke kanan. Traktor berbelok dengan cara menghentikan putaran salah satu roda.
  • Saat traktor berbelok, salah satu roda traktor berfungsi sebagai pusat belokan dan roda yang lain tetap berjalan sehingga traktor seolah-olah berputar dengan roda yang diam sebagai pusat putaran.
  • Saat traktor berbelok, pastikan posisi operator berada diluar radius stang, karena stang akan berayun ke samping mengikuti putaran pembelokan traktor. Ayunan ke samping ini akan membahayakan operator jika operator berada dalam radius stang.
  • Untuk menghentikan traktor, lepaskan Tension Handle sampai pada posisi paling depan (posisi stop/berhenti).Traktor juga akan berhenti sementara saat Clutch Handle Kanan dan Kiri ditarik bersama-sama. Prosedur yang terakhir ini adalah prosedur untuk situasi khusus (dapat dilakukan namun tidak disarankan). Harap diingat juga bahwa saat melepaskan tarikan Clutch Handle harus bersama-sama. Jika pelepasan tarikan tidak bersama-sama maka traktor akan berbelok tidak terkendali.

C. Memasang Implemen Pengolahan Tanah

  • Dalam memasang Implemen Pengolahan Tanah, traktor harus dalam keadaan berhenti, bahkan kondisi Motor pengerak, dalam keadaan mati guna menjaga keamanan dan keselamatan pada saat memasang implemen pengolahan tanah pada traktor tangan.
  • Dalam memasang Implemen Pengolahan Tanah, terlebih dahulu sesuaikan ketinggian stang agar dapat dioperasikan dengan baik sesuai dengan keinginan operator.
  • Cara mengatur ketinggian dengan cara menggeser Hitch. Hitch dapat dipasang pada Gear Box dengan 2 posisi. Pasanglah baut pada posisi atas untuk memperoleh kondisi stang lebih tinggi dan posisi bawah untuk memperoleh kondisi stang lebih rendah.
  • Pemasangan Plow Head dapat digeser ke atas maupun ke bawah untuk memperoleh ketinggian stang yang berbeda.
  • Membalik Plow Head. Plow Head dapat dipasang terbalik atas-bawah untuk memperoleh ketinggian stang yang berbeda. Pasanglah Plow Head dengan kepala di atas untuk memperoleh stang tinggi dan pasang Plow Head dengan kepala di bawah.
  • Setelah hitch dan Plow Head disesuaikan, implemen tanah dapat dipasangkan dengan baik sesuai dengan keinginan operator.

D. Pengolahan Tanah

Untuk melakukan pengolahan lahan, digunakan alat-alat (implement) sbb :

1. Luku (Single Plow)

Luku digunakan untuk membongkar dan membalik tanah pada proses penyiapan lahan. Luku dipasang dengan menghubungkan Plow Head dengan Hitch menggunakan Hitch Pin. Pasanglah luku pada lubang Hitch tepi kanan, namun jika dikehendaki, dapat dipasang pada lubang tengah atau tepi kiri. Kedudukan Luku dan Frame harus diusahakan dalam posisi horisontal agar pelumasan / pendinginan diesel tidak terganggu dan operasional traktor menjadi stabil. Aturlah ulir pengatur yang tersedia untuk memperoleh kedalaman

2. Gelebeg (Puddler)

Gelebeg digunakan untuk memecah bongkahan tanah. Pada tanah yang berlumpur / lembek, proses pengolahan tanah bisa langsung dengan gelebeg. tanpa harus diluku terlebih dahulu. Pasanglah gelebeg pada lubang pen tengah, lubang yang lain sebagai cadangan.

3. Garu (Leveler)

Garu digunakan untuk meratakan permukaan tanah sebagai proses terakhir (finishing) pengerjaan tanah. Pasang garu pada lubang pen tengah dan aturlah kemiringan garu menggunakan baut penyetel yang tersedia untuk memperoleh kemiringan yang sesuai dengan kondisi tanah yang sedang diolah.

4. Bajak Parabola (Disc Plow)

Disc Plow berfungsi seperti bajak. Dengan menggunakan Disc Plow, akan diperoleh hasil pembajakan 2x lebih lebar jika dibandingkan dengan hasil bajak biasa (Single Plow). Dengan demikian, pemakaian bahan bakar menjadi lebih hemat. Aturlah kedalaman pembajakan dengan ulir pengatur yang tersedia.

Dalam pengoperasian traktor kelompok kami mengalami beberapa kendala seperti kurangnya pengetahuan kelompok kami dalam mengoperasikan traktor tangan karena sebagian anggota mungkin baru pertama kalinya mengoperasikan traktor tangan sehingga terjadi kesalahan dalam melakukan pengolahan tanah dan hasil pengolahan yang didapat tidak merata. Selain itu, lahan yang kami gunakan sangat sempit sehingga kurang leluasa nya dalam pengoperasian traktor tangan guna menghindari kecelakaan kerja.

BAB V

KESIMPULAN

Pengoperasian Traktor bertujuan untuk mempermudah dalam melakukakan pekerjaan pada pertanian dalam urusan membajak/ mengolah lahan. Dalam Mengoperasikan Traktor, Orang tersebut harus memliki Keterampilan Khusus dan megenal karakter dari Traktor tersebut. Selain untuk membantu dalam Membajak, Traktor Roda dua ini merupakan motor penggerak serba guna karena dapat berfungsi sebagai motor penggerak untuk alat – alat lain seperti pompa air, alat prosesing, gandengan (trailer) dan lain lain.

DAFTAR PUSTAKA

- Kusno Hadiutomo. 2012. Mekanisasi Pertanian. Bogor: IPB Press

- Karya Hidup sentosa, CV. 2012. Petunjuk Teknis traktor Quick G-1000 Boxer. Yogyakarta

- Reksohadiprojo, S. 1986. Manajemen Pengolahan Pada Perusahaan Perkebunan. BPFE : Yogyakarta.

LAMPIRAN :

sebagian photo di RPM

100_4274 100_4281

Share this article :
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar

Klik Like ya Kawan! mudah-mudahan amal ibadahnya diterima. amiiiin.....
×

tukeran link yuk sob

 photo hery_zps5d15b497.jpg
Diberdayakan oleh Blogger.

Translate sama om google

indonesia

Topics :
 
Support : my fb | Your Link | my girl
Copyright © 2013. go green - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger